Oleh:
Rizki Ahmad Irsyad
Rizki Ahmad Irsyad
Semangat untuk bertarung
mencegah penyebaran radikalisme harus terus digelorakan. Terlebih, generasi
muda yang merupakan jantung pertahanan bangsa, sangat rentan terpapar paham
radikal. Paham-paham itu apabila ditanamkan dan terus-menerus dipupuk, tentu
akan sangat berbahaya karena dapat berujung pada tindak kekerasan bahkan
terorisme.
Radikalisme dan
terorisme tidak hanya persoalan ideologi agama, tetapi juga politik dan konflik
antar umat beragama. Paham radikal mampu mengganggu dan memengaruhi pemikiran
rasional, dan berujung destruktif atau dapat membahayakan ketenangan hidup
bermasyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengupayakan terhindarnya
anak-anak dan generasi muda dari pemahaman-pemahaman yang dapat mengancam keutuhan
bangsa. Dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah lingkungan sosial pertama
yang membentuk karakter dan mental anak. Setiap anggota keluarga wajib
membentengi keluarganya dengan pemahaman agama yang baik, lurus, dan penuh
kedamaian. Bukan nilai-nilai agama yang sebatas tekstual, kaku, dan berpaham sempit.
Kemudian di institusi pendidikan, wawasan tentang kebangsaan dan nilai-nilai toleransi
juga harus terus diberikan, agar setiap peserta didik dapat senantiasa menumbuhkan
jiwa nasionalisme dan cinta NKRI, mensyukuri keberagaman, dan melahirkan
kontribusi nyata untuk memelihara perdamaian. Peran masyarakat yang
berkoordinasi dengan instansi terkait juga diperlukan. Kewaspadaan dan selalu mengenali
lingkungan sekitar, adalah bentuk upaya yang dapat dilakukan—sebab yang
mengkhawatirkan adalah apabila gerakan-gerakan tersebut terjadi secara cepat
dan diam-diam—selain juga aktif melaporkan jika terdeteksi penyebaran paham intoleran
dan radikal.
Semua agama
mengajarkan tentang kebaikan dan tentunya, menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan. Terus hidupkan energi untuk memberantas segala bentuk permusuhan
dan perpecahan, radikalisme dan terorisme, demi kokohnya persaudaraan dan
tegaknya NKRI.

Agree
BalasHapus