Sabtu, 25 Agustus 2018

Stop Radikalisme, Junjung Tinggi Nilai Humanisme


Oleh:
Rizki Ahmad Irsyad



Semangat untuk bertarung mencegah penyebaran radikalisme harus terus digelorakan. Terlebih, generasi muda yang merupakan jantung pertahanan bangsa, sangat rentan terpapar paham radikal. Paham-paham itu apabila ditanamkan dan terus-menerus dipupuk, tentu akan sangat berbahaya karena dapat berujung pada tindak kekerasan bahkan terorisme.
Radikalisme dan terorisme tidak hanya persoalan ideologi agama, tetapi juga politik dan konflik antar umat beragama. Paham radikal mampu mengganggu dan memengaruhi pemikiran rasional, dan berujung destruktif atau dapat membahayakan ketenangan hidup bermasyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengupayakan terhindarnya anak-anak dan generasi muda dari pemahaman-pemahaman yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang membentuk karakter dan mental anak. Setiap anggota keluarga wajib membentengi keluarganya dengan pemahaman agama yang baik, lurus, dan penuh kedamaian. Bukan nilai-nilai agama yang sebatas tekstual, kaku, dan berpaham sempit. Kemudian di institusi pendidikan, wawasan tentang kebangsaan dan nilai-nilai toleransi juga harus terus diberikan, agar setiap peserta didik dapat senantiasa menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta NKRI, mensyukuri keberagaman, dan melahirkan kontribusi nyata untuk memelihara perdamaian. Peran masyarakat yang berkoordinasi dengan instansi terkait juga diperlukan. Kewaspadaan dan selalu mengenali lingkungan sekitar, adalah bentuk upaya yang dapat dilakukan—sebab yang mengkhawatirkan adalah apabila gerakan-gerakan tersebut terjadi secara cepat dan diam-diam—selain juga aktif melaporkan jika terdeteksi penyebaran paham intoleran dan radikal.
Semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan tentunya, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Terus hidupkan energi untuk memberantas segala bentuk permusuhan dan perpecahan, radikalisme dan terorisme, demi kokohnya persaudaraan dan tegaknya NKRI.




1 komentar: