(Dari Buku “LUKA DALAM BARA”, hlm. 19)
Pandanglah
aku sebagai ombak. Dan, kalau kamu adalah seorang peselancar, setiap kali kamu
berniat mengendaraiku, aku akan menyarankanmu untuk berpikir ulang. Karena kamu
harus tahu, bahwa aku ombak yang tidak mudah melepaskan.
Kalau
kamu sudah memilih untuk menghampiri, apalagi mengendarai aku, aku ombak yang
tak akan pernah mengizinkanmu kembali ke pantai untuk berselancar lagi bersama
ombak yang lain.
Aku
akan membuatmu jatuh dari papan selancar hanya agar kamu tidak bisa pergi ke
mana-mana, selain terus bersamaku. Aku akan memilikimu selamanya. Aku akan
memerangkapmu selamanya. Aku akan menarik, menenggelamkanmu hingga ke laut
terdalam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar