Oleh:
Rizki Ahmad Irsyad
Tak ada yang lebih menggembirakan, daripada keberhasilan menemukan setelah mengalami kehilangan. Tak ada yang lebih melegakan, ketimbang mampu merasakan “adanya ganti” setelah merasa “ada yang terambil”. Dan suatu kesyukuran yang dalam, apabila “yang menggantikan” itu ternyata lebih baik dari “yang kemarin berlalu”.
Atas terjadinya sebuah luka, mungkin kamu butuh alasan. Tetapi terkadang sesuatu terjadi begitu saja, bahkan tanpa sedikitpun pernah dijelaskan. Dan melewati masa peralihan, bagi beberapa orang adalah kesulitan. Tapi ketimbang membiarkan keterpurukan makin menjadi dan bertambah, selalu ada pilihan untuk membuat langkah.
Yang penting, tetap jalan. Nanti kamu akan paham, bahwa mengizinkan cerita kelam itu terus-menerus menghancurkanmu dan membuatmu jadi kehilangan diri sendiri, adalah sebuah kerugian. Yang penting, tetap jalan. Nanti kamu akan tahu, hidupmu sangat luas dan tidak pantas jika seorang pencipta luka dan perusak kepercayaan, masih kau kaitkan dengan lanjutan cerita baru yang akan kau gulirkan. Yang penting tetap jalan. Kesembuhan adalah datang dari dalam dirimu. Yang penting tetap jalan. Nanti akan kamu rasakan, bahwa berbaliknya hati—misalnya dari menyayangi menjadi membenci—adalah kuasa Tuhan yang ternyata dengan mudah dapat terjadi walau sedikitpun tak pernah kau sangka dan kau niatkan. Dan sesulit apapun membuka hati kembali, yang penting tetap jalan. “Kekosongan”-mu akan menemukan pengisinya, jika kamu tetap jalan.
Dan satu lagi kesyukuran yang dalam, jika sosok pengganti yang kau temukan itu—jika dibandingkan dengan yang berlalu sebelumnya—ternyata bisa lebih membahagiakanmu dan dengannya, kamu bisa lebih menemukan dirimu sendiri.
Kamis, 20 September 2018, Pukul 15.21 WIB
Ruang Procurement, Indomaret Building, Kemayoran, Jakarta Pusat





