Sabtu, 25 Agustus 2018

"Metafora Ombak", Karya Bernard Batubara


(Dari Buku “LUKA DALAM BARA”, hlm. 18)




Kalau kamu memandangku sekilas, kamu akan melihatku tak ubahnya ombak yang hanya menjalani kewajibannya sebagai ombak: muncul karena tiupan angin, bergerak mendekati pantai dengan kecepatan biasa, nyaris tanpa ambisi, lalu pecah seadanya menjadi buih karena memang harus pecah.

Namun, jika kamu bertahan duduk di tepi pantai lebih lama lagi dan memperhatikan bagaimana aku bergerak dari waktu ke waktu, kamu akan melihatku sebagai ombak yang melakukan tugas seluruh macam ombak: meski terkadang pantai yang kuhampiri tidak memberi apa-apa selain keheningan dan tidak melakukan apa-apa selain memecah diriku, aku akan terus ada dan datang dan tidak pernah berhenti untuk mencapai dan menggapainya.

Aku ombak yang akan terus mendekatimu, apapun yang kamu lakukan terhadapku.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar